HARGA DAIHATSU AYLA PALEMBANG 2020

HARGA DAIHATSU AYLA PALEMBANG 2020

Warna Daihatsu Ayla

Ayla tersedia dalam 7 warna yang berbeda – Black Solid, Dark Grey Metallic, White Solid, Solid Red, Orange Metallic, Yellow Metallic and Silver Metalic

Review Ayla

Menyajikan nilai praktikalitas tinggi dengan harga terjangkau, membuat Daihatsu Ayla terus diminati semua kalangan. Hadir sudah cukup lama, mobil bertubuh mungil ini kembali diremajakan di 2020, setelah terakhir diperbarui pada tahun 2017. Bersamaan peluncuran saudara yang turut bertransformasi, Daihatsu Ayla kembali bersolek agar tak termakan umur. Tak tanggung ada 7 varian yang akan memberi keleluasaan bagi konsumen untuk memilih sesuai kebutuhan. Dari varian sebanyak itu, terbagi lagi menjadi dua tipe mesin yakni 1,0-liter dan 1,2-liter. Adapun detailnya: 1.0 D, 1.0 D+, 1.0 X, 1.0 X Deluxe, 1.2 X, 1.2 R dan 1.2 R Deluxe. Dua varian pertama hanya disajikan dalam pilihan transmisi manual. Sementara varian X sampai R Deluxe memiliki opsi pengganti gigi otomatis. Semua pembaruan itu diganjar dengan kenaikan harga. Tetapi lebih banyak ditujukan pada pada varian bermesin 1,2-liter, karena paling banyak mengalami perubahan. Untuk harganya, varian termahal dibanderol Rp 159,4 juta. Sementara varian termurah masih di angka Rp 101,650 juta (on the road Jakarta).

Interior & Fitur Daihatsu Ayla

Interiornya masih tetap mengedepankan ruangan lapang, resik dan mampu menampung lima orang dengan mudah. Penambahan fitur juga dilakukan dan mampu memberikan kenyamanan baik bagi pengemudi maupun penumpang. Konsol tengah Ayla menerapkan style melayang, dengan pengatur suhu kabinnya tak lagi pakai kenop putar, melainkan digital. Head unit 2DIN layar sentuh, dapat difungsikan melalui kontrol audio di lingkar kemudi. Ornamen perak pada tuas transmisi dan gagang pintu turut meramaikan suasana kabin. Perlu diketahui, semua perangkat tersebut hanya tersedia di varian 1.2. Mesin 1.0 hanya mendapatkan panel meter dengan aksen merah dan sistem infotainmentnya juga biasa saja. Ada pilihan 1DIN dan 2DIN yang memiliki koneksi USB dan AUX. Terlepas dari perbedaan itu, Ayla memiliki banyak penyimpanan barang seperti door trim pocket, rear seat cup holder, console tray, glove box dan botol holder di pintu. Sayangnya, seluruh tipe Ayla tak dilengkapi pengaturan ketinggian jok, atau cuma empat arah. Kemudi pun tak memiliki fungsi tilt, apalagi telescopic. Meski tak terlalu lengkap, cukup untuk mobil keluarga kecil berbanderol terjangkau. Misal saat parkir, alat bantu berupa back sonar akan menginformasikan pengemudi, ketika mobilnya mendekati objek tak terlihat dari spion. Perangkat itu sudah ada di semua varian Ayla. Mau lebih aman lagi, bisa memilih varian 1.2 R ke atas. Punya kamera belakang yang hasil pengambilan gambarnya ditampilkan di head unit. Lanjut ke fitur keselamatan, keempat pintu dimaksimalkan dengan side impact beam. Dampak tumbukan dari samping bisa diminimalisir. Kemudian sabuk pengaman 3 titik telah menganut pretensioner, meski memang baru ada di tipe X 1,2 liter ke atas. Kondisi sama juga berlaku pada ketersediaan Dual SRS Airbag di depan. Pengguna Ayla pun tak perlu takut mobilnya dicuri, ada alarm yang terintegrasi kunci.

Eksterior Ayla

Permak wajah membuat Ayla sepintas mirip saudaranya, Toyota Agya. Namun, nyatanya sangat berbeda. Tampak grille radiator yang semakin besar berbentuk trapezium terbalik dan dibalur warna hitam hingga front lip bumper depan. Pada area ini terdapat pula lampu kabut di sudut kanan dan kiri bumper. Lampu kabut itu seolah agak menjorok ke dalam, akibat aksen bingkai kromium yang menempel. Sektor penerangan utama masih menganut proyektor yang dihiasi Daytime Running Light LED. Bergeser ke samping mobil. Transformasi lainnya tampak pada spion bergaya baru yang sudah bisa dilipat secara elektrik. Di sektor kaki-kaki, mobil masih menggunakan pelek berukran 14-inci namun sudah bermodel two-tone. Di belakang, Daihatsu menggunakan mika lampu lebih bening untuk mempercerah tampilan lampu kombinasi berteknologi LED. Perangkat lain yang tersedia sebelumnya, seperti rear spoiler dengan high mount stop lamp tetap ada. Secara keseluruhan dimensi varian ini (PXLXT) mencapai 3.660 mm x 1.600 mm x 1.520 mm, dengan ground clearance 180 mm. Kondisi berbeda dialami varian mesin 1.0. Daihatsu tak drastis mengubah wajahnya. Varian ini masih mengaplikasikan gaya facelift 2017, dengan aksen garis yang ditipiskan. Bumpernya pun satu corak dengan bodi. Walau begitu, Daihatsu sukses membuatnya terlihat lebih atraktif. Tak ada penambahan lain seperti versi 1,2-liter. Peleknya masih dipasangkan dua model, yakni alloy berpalang lurus dan kaleng. Panjangnya juga lebih pendek, yakni 3.640 mm. Penyebabnya karena tidak menggunakan rear spoiler. Namun, ground clearance-nya tetap sama dengan varian atas.

Pengendalian & Pengendaraan Daihatsu Ayla

Alat peredaman Ayla terbagi menjadi dua pula, khususnya pada kaki-kaki belakang. Di depan, keduanya mengaplikasi Mac Pherson Struts dengan Per Keong dan Stabilizer. Sementara belakang Semi Independent Torsion Axle Beam dengan Per Keong, dan juga Stabilizer. Namun, untuk 1,0 liter minus Stabilizer. Fungsi komponen itu membantu ketika pengemudi ingin bermanuver, baik berpindah jalur atau menikung. Walau begitu, sistem pengereman tak ada yang berbeda. Cakram berventilasi memastikan penghelaan laju mantap di depan. Sedangkan di belakang hanya berupa tromol. Menariknya, Daihatsu tampak semakin melek terhadap keselamatan konsumen. Ayla teranyar telah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). Keduanya mencegah ban terkunci saat terjadi pengereman mendadak. Sayang hanya dibenamkan mulai 1.2 R tipe transmisi otomatis.

Mesin & Konsumsi BBM Ayla

Jantung mekanisnya masih tetap sama dengan model lama. Artinya, Kemampuan akselerasi dan efisiensi konsumsi bahan bakar juga tetap sama. Apalagi mengingat ia masuk ke mobil kategori Low Cost Green Car (LCGC) yang memiliki tingkat efisiensi minimal 20 km per liter. Ini masih ditopang kapasitas tangki bervolume 33 liter, sehingga pengguna tak perlu sering menyambangi stasiun pengisian bahan bakar. Dua opsi mesin dipertahankan. Paling kecil 1,0-liter jumlah piston hanya 3. Kodenya 1KR-DE, sudah dibekali teknologi VVT-i. Hasilnya tenaga puncak yang keluar sebesar 65 PS di putaran 6.000 rpm. Momen puntir maksimal secukup 86 Nm pada 3.600 rpm. Ditambah bobot 880 kg yang ringkas, tentu berpengaruh pada rasio power-to-weight. Tersedia mesin lain, 3NR-VE seperti dipakai Sigra juga. Dengan modal mesin 4-silinder, ia punya karakteristik yang lebih ramah getaran dibanding mesin 3-silinder. Performanya juga jelas lebih optimal. Tenaga yang tercipta naik ke 88 PS di 6.000 rpm, dan torsi 108 Nm pada 4.200 rpm. Distribusi tenaga ke roda depan dipercayakan kepada dua transmisi. Pertama, manual 5-speed tersedia di semua varian. Namun, bila mencari rasa nyaman, apalagi saat melewati jalan yang padat, transmisi otomatis 4-speed bisa menjadi pilihan tepat. Untuk matik, cuma ada mulai varian 1.0 X hingga 1.2 R Deluxe.