HARGA DAIHATSU SIGRA PALEMBANG 2020

HARGA DAIHATSU SIGRA PALEMBANG 2020

Kelebihan Sigra

  • Nama besar Daihatsu
  • Dua pilihan mesin
  • Mesin bandel bisa diandalkan
  • Ada kamera mundur
  • Rem sudah ABS dan EBD

Warna Daihatsu Sigra

Sigra tersedia dalam 7 warna yang berbeda – Ice White, Dark Grey Metallic, Glittering Silver, Red Solid, Orange Metallic, Ultra Black Solid and Bronze Metallic

Overview Sigra

Tiga tahun setelah pertama kali dikenalkan, Daihatsu Sigra mendapat penyegaran. Astra Daihatsu Motor meluncurkan Sigra versi perubahan ringan (facelift) pada 16 September 2019.

Meski facelift, secara desain cukup bisa dibedakan yang lama. Eksterior punya perubahan paling signifikan dengan muka baru. Rumah foglamp juga kini terlihat tegak di kedua sudut bemper baru. Posisi lampu kabut ini membuat muka Sigra jadi lebih tegas. Agak mengingatkan kami pada bentuk muka Xenia dan Terios. Interior dan fitur hanya disentuh sedikit (lengkapnya ada di bawah).

Di balik bodi masih belum berubah. Tersimpan teknologi dari tiga tahun lalu. Sepertinya masih cukup untuk berkompetisi hingga tiga atau lima tahun ke depan. Rangka, sasis, mesin tidak berubah. Mobil ini jua masih punya dua pilihan mesin yaitu 1,0 dan 1,2 liter. Sigra juga tetap punya enam varian utama, yang kemudian turun jadi 10 sub-variant.

Sigra pengguna mesin 1,0 liter (D dan M) dijual dengan harga Rp 117,5 sedangkan yang paling mahal (Sigra R DLX) dibanderol 160,25 juta (OTR DKI).

Jujur, melihat perubahan ini kami tidak merasakan apa-apa selain, “Ya wajar.” Dalam arti, tidak kurang tidak lebih. Waktu perkenalannya pun pas saja. Tidak ada yang istimewa.

Interior & Fitur Daihatsu Sigra

Lagi-lagi tidak berubah secara bentuk. Posisi tuas transmisi tetap di sebelah setir dan mudah dijangkau. Tapi perubahan secara visual terlihat dari warna gelap yang digunakan jok, dipadu abu-abu terang di dashboard dan trim pintu. Selain itu, kenop AC dibenahi dan lebih bercahaya. Bicara AC, air re-circulator di plafon masih tetap diandalkan. Belum ada double blower.

Fokus sepertinya ditujukan pada kepraktisan. MPV mungil ini punya tambahan ruang penyimpanan di beberapa bagian. Tempat menaruh handphone di bawah tuas transmisi, baki di bawah jok depan untuk menaruh sepatu atau semacamnya.

Sigra R lagi-lagi punya keistimewaan. Ada head unit berbentuk layar monitor di tengah dasbor untuk mendukung fitur hiburan. Kemampuan koneksinya meliputi Bluetooth dan USB. Selain itu, karena dibekali kamera mundur, layar juga jadi wadah untuk menampilkan gambar.

Eksterior Sigra

Secara keseluruhan, desain Sigra sejak awal memang tidak terlalu mengecewakan. Dulu, sempat tersirat ini hanyalah Ayla/Agya yang dipanjangkan. Tapi kenyataannya tidak. Bentuknya MPV proporsional, meski ukurannya kecil.

Untuk yang baru ini, dilihat dari samping bedanya tidak banyak dengan yang lama, selain pelek 14 inci desain baru. Tapi wajah Sigra 2019 terlihat lebih gagah dengan bumper baru yang lebih bersudut. Siluet membentuk X membuatnya makin mirip dengan saudaranya, Terios dan Rush. Inilah bahasa desain paras Daihatsu yang sekarang dianut.

Grille atas Sigra R dibekali palang (lis) krom. Sementara untuk varian di bawahnya diwarnai sesuai bodi atau hitam. Varian Sigra R dibekali lampu kabut yang punya bentuk rumah baru yang terlihat modern. Selain itu, lampu utama sudah menggunakan teknologi dioda (LED) yang awet dan hemat energi. Hanya Sigra D yang masih mengandalkan halogen. Buritannya juga tidak banyak berubah. Cuma Sigra R punya tambahan garnish krom.

Pengendalian & Pengendaraan Daihatsu Sigra

Tidak berubah juga. Tapi ini harus kami sambut positif karena berdasarkan pengalaman kami, konstruksi kaki Sigra (dan Toyota Calya) adalah salah satu yang terbaik di kelas LCGC. Platform monokok yang digunakan sangat membantu kestabilan dan kenyamanan.

Bantingannya tidak terasa sebagai mobil murahan dan mampu bekerja dengan baik. Sepertinya Daihatsu dan Toyota memiliki bushing suspensi yang jempolan. Selain itu, handling juga patut diacungi jempol. Kemudinya meski terasa kosong, tapi responsif.

Body roll sayangnya, cukup terasa padahal ini bukan mobil tinggi. Mungkin karena suspensi diset lembut. Di sisi lain, kestabilan di kecepatan tinggi cukup bisa membuat hati tenang.

Mesin & Konsumsi BBM Sigra

Masih tersedia dalam dua pilihan kapasitas, 1,0 liter tiga silinder, dan 1,2 liter dengan konfigurasi empat silinder. Outputnya masing-masing 67 ps, torsi 89 Nm dan 88 PS, torsi 107 Nm. Penyalur daya juga tersedia dua opsi: 5-speed manual atau 4-speed otomatis. Dan uniknya, ternyata Sigra transmisi manual lebih laku ketimbang transmisi otomatis.

Berdasarkan pengalaman kami, kedua mesin ini tidak jelek. Cocok untuk penggunaan harian di perkotaan. Untuk jarak jauh memang mesin 1,2 liter lebih bisa diandalkan berkat tenaga yang lebih besar. Putaran mesinnya terasa ringan meski bawahnya agak kurang.

Karakter mesin 3NR-VE 4-silinder berkapasitas 1,2-liter lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar. Mesin NR Series yang dirakit di Karawang bersamaan dengan 1NR-VE dan 2NR-FE, memiliki kehalusan tinggi. Tentu saja karena jumlah silindernya ada empat, jauh lebih minim getaran dari mesin 3-silinder 1KR-VE. Patut dicatat, adopsi teknologi Dual VVT-i tidak serta merta menghasilkan performa yang lebih galak dibanding mesin 3-silinder. Tenaga dan torsi justru tersalur lembut dan cenderung lemah terutama di putaran rendah. Penggunaan drive-by-wire menyumbang jeda cukup besar saat mulai beranjak jalan.

Transmisi otomatis konvensional 4-percepatan berasio halus, memberi banyak efek powerloss dan menambah kekosongan tenaga di rpm rendah. Perlu menunggu hingga 3.000 rpm untuk mengeluarkan torsi lebih kuat. Cukup untuk pemakaian perkotaan. Tapi bakal kesulitan jika menemui jalanan menanjak panjang. Transmisi manual lebih responsif, setidaknya lebih mudah mengatur putaran mesin yang diinginkan.

Akibatnya, pedal gas diinjak lebih dalam untuk mengail tenaga dan torsi. Jika sering kali diperlakukan seperti itu, tentu saja konsumsi bahan bakar menjadi boros. Tapi bila memperlakukan Sigra secara normal dan sewajarnya, konsumsi bahan bakar dihasilkan sepadan dengan spesifikasi dan performa mesin. Dari hasil pengetesan melalui MID, didapat 13,3 km/liter (otomatis) dan 13,7 km/liter (manual) untuk rute dalam kota yang padat.